Jumlah penderita Alzheimer diperkirakan akan meningkat .

Dua gen utama yang kemungkinan berkaitan dengan berkembangnya penyakit Alzheimer berhasil ditemukan oleh tim peneliti Inggris.
Hal ini merupakan petunjuk pertama yang didasarkan pada gen dan mendorong para ilmuwan untuk mempertimbangkan kembali teori-teori tentang perkembangan Alzheimer yang berkembang selama ini.

Gen tersebut diidentifikasi dalam studi atas 16.000 sampel DNA dan diketahui mempunyai implikasi atas peradangan dan gangguan kholesterol.

Kedua gen yang ditemukan oleh tim peneliti di Inggris itu adalah CLU dan PICALM, yang mempunyai peran melindungi di dalam otak manusia.

Selama ini gen yang sering dikaitkan dengan Alzheimer adalah APOE4, yang menjadi pusat penelitian dalam penyakit ini.

Makna temuan

Pertanyaanya adalah jika kita menurunkan kholesterol dan mengurangi peradangan, mungkin kita bisa memodifikasi resiko orang menderita Alzheimer
Profesor Kevin Morgan

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim yang berada di Cardiff, London, Cambridge, Nottingham, Southampton, Manchester, Oxford, Bristol dan Belfast.

Kini sudah direncanakan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan 60.000 orang yang akan dilaksanakan tahun depan.

Salah seorang anggota tim, Profesor Kevin Morgan dari Universitas Nottingham, menjelaskan temuan kedua gen itu membawa ke arah yang berkaitan dengan kholesterol dan bagian dari sistem kekebalan tubuh dalam peradangan.

“Jalur baru ini mengangkat potensi peluang baru dalam pengobatan dengan menggunakan obat-obat yang konvensional,” kata Profesor Morgan.

“Pertanyaanya adalah jika kita menurunkan kholesterol dan mengurangi peradangan, mungkin kita bisa memodifikasi resiko orang menderita Alzheimer.”

Di Inggris terdapat sekitar 700.000 orang yang mengidap dementia atau masalah dalam otak dan Tahun 2050 jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 1,7 juta jiwa

dikutip dari : bbcindonesia.com