Korban gempa di Cikangkareng

Andreas Nugroho
Wartawan BBC di Jakarta

20090907113703cianjur4

Sedikitnya 30 orang ditemukan meninggal di Desa Cikangkareng

Hari kedua setelah gempa berkekuatan 7,3 skala Richter tanggal 2 September, saya mulai memasuki kawasan Cianjur sehari sesudahnya.

Salah satu kecamatan yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana kali ini adalah Kecamatan Cibinong, lebih tepatnya di Desa Cikangkareng.

Salah dusunnya, Babakan Caringin, tertimpa longsor akibat getaran gempa yang cukup kuat.

Di lokasi ini ada 11 rumah dan sebuah masjid yang tertimpa longsor.

Belum ada jumlah pasti berapa korban tyang tertimbun akibat longsor ini.

Data di posko yang terletak di desa Cikangkareng menyebut ada 52 korban yang mungkin menjadi korban , sementara data di posko yang terletak di desa Pamoyaman yang letaknya dekat dengan lokasi bencana menyebut ada sekitar 70 orang yang kemungkinan menjadi korban.

Keterangan warga memang menyebutkan saat bencana menimpa desa itu, sebagian besar korban sedang melakukan banyak aktifitas.

Ada yang menyebut kebanyakan ibu rumah tangga sedang menyiapkan masakan untuk berbuka, ada pula warga yang sibuk melkukan transaksi bisnis seperti jual beli telur, dan ada pula tempat persewaan playstation yang ramai dikunjungi anak-anak di desa tersebut.

Bebatuan

20090907113945cianjur5Untuk mencari korban yang tertimbun longsor bukanlah pekerjaan mudah.

Longsor yang menimpa desa itu bukan hanya tanah dari perbukitan tetapi juga bebatuan yang cukup besar.

Sebuah desa terkubur tanah dan bebatuan akibat gempa

Batu yang terlihat besarnya berukuran seperti bis menengah atau sedan yang biasa kita jumpai di jalan-jalan Jakarta.

Dua alat berat jenis beko yang diletakan di lokasi sejak hari kedua bencana itu berlangsung, terlihat tidak banyak membantu kerja relawan yang berjumlah sekitar 200 orang.

Pada hari ketiga satu buah kendaraan beko kembali didatangkan namun para relawan tampaknya memang lebih mengandalkan tenaga manusia untuk mencari korban.

Batu yang besar membuat alat-alat berat ini menjelajah seluruh lokasi bencana.

Kekuatan manusia dan faktor alam menjadi penentu operasi relawan dalam mengevakuasi korban.

Sejumlah anjing pelacak juga terlihat diturunkan pada pencarian hari ketiga setelah bencana.

Di hari kedua setidaknya ada lima korban yang berhasil ditemukan oleh relawan.

Pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB di hari kedua warga yang membantu pencarian berhasil menemukan tiga jenazah korban yang masih berusia antara delapan hingga sepuluh tahun.

Salah satunya sempat terlihat dievakuasi ke lokasi pengusian di desa Cikangkareng.

Beberapa warga yang ada di sana menduga ketiganya adalah anak-anak yang menjadi korban saat sedang bermain di persewaan playstation.

Sementara para relawan mencari korban yang tertimpa longsor, sekitar 400 orang pengungsi tinggal di tanah lapang menghindari dampak akibat gempa susulan.

Dua lokasi pengungsian masing-masing di Desa Pamoyaman dan Cikangkareng telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat sejak hari pertama terjadinya gempa tersebut.

Sebagian melakukan aktivitas dengan berbincang di tenda membicarakan seputar peristiwa yang terjadi pada Rabu sore lalu.

Sebagian lagi menanti kabar kerabat yang menjadi korban longsor.

Sepuluh kerabat meninggal Salah satu warga Desa Cikangkareng, Amir menceritakan dia masih menunggu kabar sepuluh kerabatnya yang masih dinyatakan hilang saat berada di lokasi kejadian.

20090907113328cianjur1Tempat tinggal Amir sendiri hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi bencana.

Para pengungsi di Cianjur akan direlokasi

Sementara seorang warga asal desa Pamoyanan, Eni Sri Kurnia mengatakan kondisi rumahnya mengalami retak dan dia masih khawatir menempati rumahnya.

Eni yang juga seorang guru di sekolah dasar Cikangkareng II menceritakan ada 15 muridnya yang hilang dalam peristiwa itu, lima diantaranya sudah berhasil ditemukan.

Lokasi perumahan warga yang berada di tepian lereng membuat sebagain khawatir terjadinya longsor susulan yang menimpa rumah mereka.

Sebagian besar warga menunggu setidaknya sampai seminggu ke depan untuk bisa kembali ke rumah mereka.

Menurut mereka ini semua tergantung dari keputusan pemerintah.

Selama tinggal di pengungsian banyak warga yang tidak bekerja dan mengandalkan bantuan makanan dari masyarakat lain.

Jumlah bantuan yang masuk ke desa ini memang sudah mulai masuk sejak hari pertama dan mulai berdatangan lebih banyak lagi pada hari kedua.

Relokasi

20090907113535cianjur2Pasca bencana itu Pemerintah daerah setempat sudah mulai memikirkan rencana untuk merelokasi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana tersebut.

Camat Cibinong Wodi Efyana, mengatakan mereka sedang mengupayakan relokasi warga yang berada di daerah rawan longsor.

Dia memperkirakan ada sekitar 21 rumah yang berada dalam wilayah rawan longsor yang akan di relokasi.

Sejumlah lahan juga sudah disiapkan untuk menampung warga.

Warga di kawasan ini memang tinggal di daerah perbukitan dengan jalanan berbatu yang berkelok.

Pengungsi tinggal di tenda-tenda darurat

Untuk menuju pusat kota Cianjur, warga di kawasan ini membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam dengan menggunakan kendaraan umum.

Seorang warga bernama Asep menceritakan warga disini harus pergi ke Cianjur dan tinggal di sana untuk melanjutkan sekolah di tingkat SMU.

Akibat longsor ini pula warga yang ingin berpergian dari Cikangkareng ke Pamoyanan atau sebaliknya harus menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam untuk menyusuri jalan berkelok dan berbatu.

Jalan penghubung ke dua desa itu terputus akibat gempa besar .

dikutip dari : http://www.bbcindonesia.com