Mengatasi biaya kuliah di Inggris

Sastra Wijaya

Biaya kuliah di Inggris bisa ditutup dengan pinjaman lunak

20090709112747students203Bila anda mahasiswa dan disuruh tinggal bersama orang tua selama kuliah namun tidak harus membayar uang kuliah, apakah anda mau?

Begitulah usulan terbaru yang sedang dipertimbangkan oleh Departemen Pendidikan di Inggris.

Bagi anda yang belum terbiasa dengan sistem pendidikan di sini, mungkin perlu saya jelaskan sedikit latar belakang usulan baru ini.

Bagi para mahasiswa di Inggris, setiap tahunnnya mereka harus membayar uang kuliah sekitar £ 3.000 atau sekitar Rp, 45 juta.

Dan bagi mereka yang tidak mampu, para mahasiswa ini boleh meminjam dari bank, yang disebut student loan dengan bunga rendah, dan diangsur setelah para mahasiswa ini selesai kuliah dan memiliki pekerjaan.

Tetapi dari tahun ke tahun, pinjaman itu dirasakan semakin memberati para mahasiswa.

Mereka harus mengangsur setelah mendapatkan pekerjaan tetapi bagi mereka yang kerjaannya kurang bagus, diperlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa melunasi pinjaman tersebut.

Jumnlah mahasiswa di Inggris meningkat sekitar 10%

Mahasiswa makin banyak

Jumnlah mahasiswa di Inggris meningkat sekitar 10%

20080504174909students203Untuk kuliah selama 3 tahun S1, rata-rata mahasiswa akan memiliki hutang sekirar £ 20.000 sampai £ 30.000 ribu atau sekitar Rp. 500 juta rupiah.

Sudah menjadi kebiasaan bagi para mahasiswa di Inggris untuk tidak tinggal lagi bersama orang tua semasa kuliah.

Jadi setelah tamat SMA, atau pada usia 17-18 tahun, mereka akan keluar rumah, pindah ke kota lain untuk kuliah.

Kalaupun mereka kuliah di kota sendiri, mereka tinggal di asrama universitas atau di rumah kontrakan yang dibayar patungan bersama teman-teman yang lain.

Usulan terbaru yang muncul adalah bahwa para mahasiswa tidak akan dikenai uang kuliah selama 3 tahun kalau mereka tetap tinggal bersama orang tua.

Tetapi mereka tidak akan bisa mendapatkan student loan.

Usulan ini kontroversial karena ada pendapat para mahasiswa yang tinggal bersama orang tua akan semakin meningkat.

Namun pendapat lain mengatakan usulan itu akan memaksa para mahasiswa tinggal di rumah atau melanjutkan ke universitas yang tidak jauh dari rumah mereka.

Meang masih bersifat usulan dan belum tentu akan disetujui, namun pemerintah Inggris harus menangani masalah ini dengan serius karena setiap tahun jumlah mahasiswa semakin meningkat.

Tahun lalu terjadi peningkatan mahasiswa sebesar 10% persen, terutama karena banyak mahasiswa senior atau mereka yang sudah bekerja ingin kembali melanjutkan studinya.

Proporsi 10% persen itu berarti berjumlah sekitar 53.000 orang, padahal tempat yang tersedia hanya 3.000.

Banyaknya orang yang mau kembali melanjutkan pendidikan tinggi diperkirakan karena sebagian diantara mereka terkena krisis ekonomi global.

Entah karena dipecat, ataupun sudah bosan dengan pekerjaan mereka, atau karena ingin mengubah karir, mereka kemudian mendaftar ke perguruan tinggi.

Pemerintah Inggris yang sekarang ini dikuasai oleh Partai Buruh sudah lama melakukan kampanye untuk mendorong warganya melanjutkan ke perguruan tinggi.

Namun tampaknya usaha mereka itu bisa disebut terlalu berhasil, dan karenanya menciptakan masalah baru yaitu hutang para mahasiswa yang terlalu banyak, dan juga tidak tersedianya tempat di universitas.