Kompas – Senin, September 21

JAKARTA, KOMPAS.com — Dari delapan departemen di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangkusumo (UGD-RSCM), biasanya departemen penyakit dalamlah yang paling sibuk saat memasuki H+2 Lebaran. Pasalnya, para penderita penyakit kronik tidak menjaga pola makannya saat merayakan Idul Fitri.

Demikian diungkap dr Gurmeet Singh, kepala jaga departemen penyakit dalam UGD-RSCM. “Hari ini sepi tapi besok biasanya kembali seperti biasa,” katanya di ruang kerjanya, Minggu (20/9).

Penyakit kronik adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi hanya bisa dikontrol. Yakni dengan mengontrol pola makan dan pola hidup yang bersangkutan. Yang termasuk jenis penyakit ini adalah kencing manis, ginjal, dan jantung. “Di saat Lebaran biasanya mereka merayakan kemenangan tapi tidak terkontrol. Seharusnya mereka kan membatasi konsumsi gula, air putih atau daging-daging yang berkolesterol tinggi,” papar Singh.

Hari ini, ia melanjutkan, pasiennya hanya dua orang. Namun, besok diperkirakan akan kembali normal, yakni bisa mencapai 50-60 orang. Artinya ada 30-40 pasien yang stagnan, yang dirawat di selasar karena tidak kebagian kamar. “Untuk itu, kita berharap walaupun hari kemenangan, tolong jaga diri, jaga makannya. Jangan sampai besok ‘mendarat’ di sini,” ujar Singh.