padang3Yonda Sisko – detikNews
Padang – Kepanikan menghinggapi warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) saat gempa 7,6 SR terjadi. Ribuan orang menyesaki jalan-jalan di kota Padang untuk menuju tempat tinggi. Mereka khawatir adanya tsunami. Saat ini, ribuan warga masih mengungsi di daerah dataran tinggi. Pemantauan detikcom, Rabu (30/9/2009), jalan-jalan di Kota Padang dipenuhi lautan manusia dan kendaraan sesaat setelah gempa mengguncang. Masyarakat tumpah ruah ke jalan-jalan untuk mencoba menyalamatkan diri, baik berjalan kaki, berlari atau menumpang kendaraan. Akibat kekacauan ini, lalu lintas di jalan-jalan di Padang macet luar biasa. Kendaraan yang berada di jalan raya nyaris tidak bisa bergerak. Bahkan, lalu lintas di Simpang Tabing menuju kawasan Bypass macet total. Sedangkan bangunan-bangunan di pinggir jalan tampak roboh. Bahkan, sejumlah bangunan juga terbakar hebat. Suasana di Kota Padang benar-benar semrawut. Warga tampak kebingungan harus berbuat apa. Hingga saat ini ribuan warga masih mengungsi ke rumah sanak saudara di tempat yang lebih tinggi untuk menginap. Namun, sebagian warga, antara lain warga Lubuk Minturun dan Limau Manis, sudah kembali ke rumahnya masing-masing, setelah dipastikan tidak ada tsunami. Sementara itu di kawasan Lubuk Minturun, banyak warga yang memarkirkan mobil-mobilnya di pinggir jalan. Pemilik mobil dan keluarganya tampak istirahat dan menginap di dalam mobilnya. Hingga pukul 21.54 WIB, suasana tak menentu masih terlihat di Padang. Listrik padam, sehingga Padang gelap gulita. Sedangkan lalu lintas di jalan-jalan utama Padang sudah mulai lengang, tidak ada kemacetan lagi. (asy/gah)