pengungsi_banjirVIVAnews – Gempa dengan skala 7,6 SR yang terjadi pada pukul 17.16.09 WIB, pada Rabu, 30 September 2009 di wilayah Pariaman, Sumatera Barat, berdampak besar terhadap kerusakan kota Padang.

Ribuan warga korban gempa Sumbar yang takut dengan gempa susulan, bertahan di perbukitan dengan persediaan makan dan minum yang sangat terbatas.

Warga antara lain mengungsi di kawasan Limau Manis, Indarung, Gunung Pangilun, Lubuk Minturun, Kuranji. Kawasan ini adalah tempat yang digunakan untuk evakuasi bila terjadi tsunami.

Sementara itu, warga yang bertahan di kota terpaksa tidur di emperan toko di kawasan Simpang Haru. Diantara mereka juga terlihat tidur di dalam mobil pribadi di pinggir jalan.

Hingga saat ini, kondisi di Kota Padang masih gelap gulita, hujan juga masih terjadi di kawasan tersebut.

Dari laporan Walikota Padang Fauzi Bahar, bahwa Pariaman merupakan lokasi yang paling porak-poranda. Kondisi itu diperparah dengan padamnya listrik akibat gempa.

“Gelap, evakuasi sulit karena cuaca,” ujar JK.

Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa 7,6 SR itu terjadi pada pukul 17.16 WIB, Rabu, 30 September 2009.

Gempa terjadi di lokasi 0.84 Lintang Selatan dan 99.65 Bujur Timur. Pusat gempa berada di arah 57 kilometer barat daya Pariaman, Sumatera Barat. Sebanyak 75 orang dilaporkan tewas akibat gempa ini.

Laporan: Erinaldi| Padang