Puisi Untuk Ibu

Ibu,
aku ingin menghapuskan wajah di cermin
namun dengan kelembutan
kuraih jemariku
urungkan keinginan hati

kata-katamu mengalir bening
selaksa air sungai di masa lalu
Katamu;
bahwa hidup memang ada luka
bahwa hidup memang ada duri
bahwa hidup memang ada kelam
bahwa hidup memang ada jingga
bahwa hidup memang penuh warna

Ibu,
Kau bilang aku tak perlu menghapus wajah di cermin
tetapi Ibu,
mengertikah engkau rasa gundah
yang selalu mengepungku dari tujuh sisi
setiap melihat bayangan wajahku
di cermin penuh debu ?

Ibu,
dulu, kemarin, dan hari ini aku telah melukis hari
dengan api di dada yang selalu kunyalakan
yang kutemukan hanya lilin

Aku ingin sepertimu Ibu
nyalakan lilin
yang terbit matahari
tangkap kunang-kunang
yang muncul rembulan.