TEMPO InteraktifJakarta – Kecewa Komodo terancam terliminasi dari kompetisi Tujuh Keajaiban Dunia, masyarakat komunitas Nusa Tenggara Timur usul membuat kompetisi tandingan.
Sapta Nirwandar, Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaaan dan Pariwisata mengatakan ada usulan agar pemerintah membuat kompetisi tandingan.

“Boleh saja kan, kalau kecewa kemudian ada tandingan yang muncul,” kata Sapta di kantornya, Sabtu (5/2).

Menurut Sapta, ancaman Yayasan New7Wonders (N7W) yang bakal mengeliminasi Komodo dari nominasi tujuh keajaiban baru dunia, sangat merugikan Indonesia.

Yayasan internasional itu menyatakan akan mengeliminasi Komodo jika pemerintah dan konsorsium swasta tidak memenuhi landasan hukum yang disepakati. Namun, pemerintah membantah adanya kontrak dengan N7W tentang penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah deklarasi kompetisi pada 11 November mendatang.

Menurut Sapta, saat ini masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri sudah memberikan suaranya untuk memilih Komodo. “Tentu jika komodo dieliminasi akan mengecewakan para pemilihnya,” kata Sapta.

Kekecewaan itu, kata Sapta, saat ini sudah mulai terasa. Salah satunya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat NTT, kata Sapta, mengusulkan agar pemerintah membuat kompetisi tandingan untuk menampung suara yang sudah terkumpul bagi Komodo. “Tapi kami belum menindaklanjuti usul tersebut.”

Aqida Swamurti